Selamat Datang di Dunia TJKT!
Bisa kalian bayangkan sebuah rumah. HTML (HyperText Markup Language) adalah fondasi, dinding, dan struktur utama rumah tersebut. Tanpa HTML, tidak ada apa-apa. Namun, rumah itu akan terlihat polos dan kaku. Di sinilah CSS (Cascading Style Sheets) berperan. CSS adalah cat, furnitur, dekorasi, dan semua elemen estetika yang membuat rumah itu indah, nyaman, dan fungsional.
Dengan kata lain, HTML mengatur konten dan struktur, sementara CSS mengatur presentasi visualnya.
Ini adalah cara paling sederhana, di mana kita langsung menuliskan CSS di dalam tag HTML menggunakan atribut style.
contoh:
<h1 style="color: blue; font-size: 24px;">
Judul Halaman</h1>
Kelebihan: Cepat dan mudah untuk perubahan kecil.
Kekurangan: Tidak efisien untuk proyek besar karena kode menjadi berantakan, sulit dikelola, dan tidak dapat digunakan kembali. Ini sangat tidak disarankan untuk praktik profesional.
Kita menempatkan semua aturan CSS di dalam tag style yang berada di dalam tag head dari dokumen HTML.
Kelebihan: Berguna untuk satu halaman web saja.
Kekurangan: Jika memiliki banyak halaman, kita harus menyalin kode CSS yang sama berulang-ulang, yang tidak efektif.
Ini adalah metode yang paling profesional dan direkomendasikan. Kita membuat file .css terpisah (misalnya style.css) yang berisi semua aturan gaya, lalu menautkannya ke dokumen HTML menggunakan tag link di dalam head.
Kelebihan:
Setiap aturan CSS terdiri dari dua bagian utama: Selector dan Declaration Block. Contohnya:
h1 {
color: blue;
font-size: 24px;
}
Kode di atas akan mengubah warna teks dari semua elemen h1 menjadi biru dan ukurannya menjadi 24 piksel.
Penggunaan kombinasi <pre> dan <code> sangat penting untuk menampilkan kode dengan rapi dan mudah dibaca.
color, font-size, background-color.blue, 24px, #f0f0f0.p { ... } akan memilih semua paragraf.#. Contoh: #header { ... }... Contoh: .button { ... }.ul li { ... } akan memilih semua yang berada di dalam .Setiap elemen HTML, pada dasarnya, adalah sebuah kotak. Konsep ini dikenal sebagai Box Model. Memahaminya sangat krusial untuk melakukan layout yang baik.
Sebuah elemen terdiri dari empat lapisan, dari dalam ke luar:
Dengan menguasai konsep ini, kalian bisa mengatur jarak antar elemen, ukuran kotak, dan lain-lain dengan presisi.
Contoh Paling Dasar: Menampilkan "Halo Dunia!"
Ini adalah contoh klasik. Kode ini akan menampilkan teks "Halo Dunia!" di konsol browser. Ini sangat berguna untuk memeriksa apakah kode Anda berjalan dengan benar.
console.log("Halo Dunia!");
Cara menjalankan: